Sertifikat HAKI: Contoh, Fungsi, Cara Cek, dan Download

Konten ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi hukum secara langsung. Untuk kebutuhan hukum spesifik bisnis Anda, konsultasikan dengan tim legal IZIN.co.id.

Artikel ditinjau oleh:

Picture of Otty Yuniarti Yusariningsih, S.H. - Konsultan Legal IZIN.co.id
Otty Yuniarti Yusariningsih, S.H. - Konsultan Legal IZIN.co.id

10+ tahun pengalaman di bidang hukum korporasi, perizinan usaha, hingga hak cipta. Telah mendampingi ratusan klien dalam proses pendirian PT, CV, dan badan usaha lainnya, serta pengurusan izin OSS, SIUP, dan legalitas bisnis di Indonesia.

Cek Profil
Picture of Otty Yuniarti Yusariningsih, S.H.
Otty Yuniarti Yusariningsih, S.H.

Konsultan Legal IZIN.co.id

Cek Profil

Sertifikat HAKI atau sertifikat HKI adalah istilah umum untuk dokumen resmi terkait Kekayaan Intelektual. DJKI tidak memakai satu sertifikat universal untuk semua jenis hak.

Merek yang sudah terdaftar memiliki Sertifikat Merek. Pencatatan hak cipta menghasilkan Surat Pencatatan Ciptaan. Nama dokumen mencerminkan jenis KI dan akibat hukumnya.

Hak cipta pada dasarnya timbul otomatis setelah ciptaan diwujudkan dalam bentuk nyata. Hak atas merek diperoleh setelah merek terdaftar sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Poin Penting

  • Istilah sertifikat HAKI atau sertifikat HKI mencakup beberapa dokumen berbeda. Nama dokumen resmi mengikuti jenis Kekayaan Intelektual yang diurus.
  • Untuk merek berstatus DIDAFTAR, DJKI menyediakan e-sertifikat merek melalui akun e-Merek yang digunakan saat pengajuan.
  • Untuk hak cipta, dokumen yang diterbitkan adalah Surat Pencatatan Ciptaan. Pencatatan bukan syarat lahirnya hak cipta.
  • Status merek yang terdaftar atau masih diproses dapat ditelusuri melalui Pangkalan Data Kekayaan Intelektual atau PDKI.

Baca Juga: Apa Itu HAKI: Pengertian, Kepanjangan, Fungsi & Dasar Hukum Lengkap

Sertifikat HAKI Bukan Satu Dokumen yang Sama

Nama dokumen resmi bergantung pada jenis Kekayaan Intelektual yang diajukan. Karena itu, istilah “sertifikat HAKI” sebaiknya dipakai sebagai istilah umum, bukan nama satu dokumen tertentu.

Pada kanal resmi pemerintah saat ini, Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual atau DJKI berada di bawah Kementerian Hukum.

Jika Anda menemukan panduan lama yang masih menyebut struktur kementerian sebelumnya, periksa kembali kanal resmi DJKI sebelum mengikuti prosedurnya.

Jenis KIDokumen UtamaMakna HukumnyaTempat Cek atau Akses
MerekSertifikat MerekMenunjukkan merek telah terdaftar. Berdasarkan UU No. 20 Tahun 2016, hak atas merek diperoleh setelah merek tersebut terdaftar.Akun e-Merek dan PDKI DJKI
Hak CiptaSurat Pencatatan CiptaanMenjadi bukti formal pencatatan. Hak cipta sendiri timbul otomatis setelah ciptaan diwujudkan dalam bentuk nyata dan tidak bergantung pada pencatatan.Akun layanan Hak Cipta DJKI dan data terkait di PDKI
PatenSertifikat PatenDJKI menjelaskan bahwa pelindungan paten dibuktikan dengan sertifikat Paten yang berlaku surut sejak tanggal penerimaan.Akun layanan Paten DJKI dan data terkait di PDKI

Jika Anda masih menentukan aset bisnis masuk ke kategori mana, baca perbedaan hak cipta, hak paten, dan hak merek. Pemilihan jenis KI harus mengikuti objek yang ingin dilindungi, bukan sekadar memilih dokumen yang terdengar paling familiar.

Contoh Sertifikat HAKI yang Paling Sering Dicari

Contoh Sertifikat Hak Cipta Buku
Contoh Sertifikat Hak Cipta Buku (sumber:ipindo.com)

Contoh sertifikat HAKI berbeda menurut jenis haknya. Dua dokumen yang perlu dibedakan sejak awal adalah Sertifikat Merek dan Surat Pencatatan Ciptaan.

Contoh Sertifikat Merek

Sertifikat Merek diterbitkan untuk permohonan yang sudah berstatus DIDAFTAR. Menurut FAQ resmi DJKI, e-sertifikat dapat diunduh melalui menu permohonan pada akun e-Merek yang digunakan saat mengajukan permohonan.

Ketika membaca Sertifikat Merek atau data merek, cocokkan identitas pemilik, nama atau representasi merek, kelas barang atau jasa, nomor yang tercantum, serta statusnya. Jangan menilai keabsahan hanya dari tampilan file PDF.

Contoh Sertifikat Hak Cipta

Istilah sertifikat hak cipta banyak digunakan dalam pencarian, tetapi nama dokumen yang digunakan DJKI adalah Surat Pencatatan Ciptaan. DJKI menjelaskan bahwa sistem POP HC dapat menghasilkan Surat Pencatatan Ciptaan setelah permohonan dinyatakan lengkap.

Surat Pencatatan Ciptaan memuat data mengenai ciptaan dan pihak yang dicatat. Anda dapat menemukan informasi seperti judul ciptaan, pencipta, pemegang hak cipta, serta nomor yang berkaitan dengan permohonan atau pencatatan.

Format dokumen dapat berubah mengikuti sistem DJKI. Gunakan nama kolom yang tercantum pada dokumen resmi sebagai acuan.

Sesuai UU No. 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta, hak cipta timbul otomatis berdasarkan prinsip deklaratif setelah ciptaan diwujudkan dalam bentuk nyata.

DJKI menjelaskan bahwa pencatatan dapat membantu pembuktian dan dokumentasi publik. Pencatatan tetap bukan syarat untuk mendapatkan hak cipta.

Contoh Surat HAKI

Contoh Sertifikat Hak Cipta Karya Tulis (Tesis)
Contoh Sertifikat Hak Cipta Karya Tulis (Tesis) (sumber: penerbitdeepublish.com)

Tidak ada satu format universal bernama “surat HAKI”. Surat yang dibutuhkan bergantung pada layanan dan tahap administrasinya.

Pada layanan hak cipta, DJKI menyediakan format terpisah untuk pengalihan hak, perubahan nama dan alamat, petikan, salinan, perbaikan data, serta koreksi Surat Pencatatan.

Karena itu, pencarian contoh surat HAKI sebaiknya dimulai dengan menentukan jenis KI dan tujuan suratnya. Menggunakan template yang salah dapat membuat isi surat tidak sesuai dengan layanan yang sedang diajukan.

Apa Fungsi Sertifikat HAKI bagi Pemilik Hak?

Fungsi dokumen KI adalah membantu menunjukkan status, data, dan riwayat administratif hak yang tercatat atau terdaftar. Fungsinya tidak boleh disamaratakan sebagai jaminan mutlak bahwa tidak akan pernah ada sengketa.

Membantu Membuktikan Status Administratif

Sertifikat Merek menunjukkan bahwa merek telah terdaftar. Surat Pencatatan Ciptaan menunjukkan bahwa suatu ciptaan telah dicatatkan. Untuk paten, DJKI menyebut Sertifikat Paten sebagai bukti hak atas paten.

Mendukung Due Diligence dan Transaksi Komersial

Dokumen KI sering diperlukan ketika bisnis melakukan lisensi, pengalihan hak, kerja sama, pendanaan, atau pemeriksaan aset. Pihak yang memeriksa biasanya perlu memastikan siapa pemilik yang tercatat, objek apa yang dilindungi, dan apakah statusnya sesuai dengan transaksi.

Jika aset KI akan dikomersialkan melalui lisensi, Anda juga dapat membaca panduan cara menghitung royalti hak cipta dan paten untuk memahami faktor yang perlu diperhitungkan dalam perjanjian komersial.

Membantu Menelusuri Data saat Ada Sengketa

Dokumen resmi dapat menjadi salah satu bagian dari bukti yang diperiksa ketika muncul perselisihan. Namun, terutama untuk hak cipta, simpan juga bukti proses penciptaan, versi kerja, tanggal publikasi, kontrak, dan dokumen pengalihan hak bila ada.

Catatan dari Tim Konsultan IZIN.co.id

Saat dokumen KI dipakai untuk kerja sama atau pemeriksaan legal, cocokkan nama pemilik, objek KI, nomor dokumen, dan status pada sistem resmi. Untuk hak cipta, simpan juga bukti proses penciptaan dan kontrak. Surat Pencatatan Ciptaan bukan sumber lahirnya hak.

Cara Cek Sertifikat HAKI dan Statusnya

Contoh Sertifikat Hak Cipta Jurnal
Contoh Sertifikat Hak Cipta Jurnal (sumber: penerbitdeepublish.com)

Pengecekan sebaiknya dilakukan dengan membandingkan dokumen yang Anda miliki dengan data pada kanal resmi DJKI. DJKI menjelaskan bahwa PDKI memuat data merek, paten, desain industri, hak cipta, dan indikasi geografis.

Untuk merek, FAQ resmi DJKI mengarahkan pengecekan merek terdaftar dan permohonan yang masih diproses melalui PDKI.

  1. Identifikasi jenis KI. Pastikan dokumen yang diperiksa adalah Sertifikat Merek, Surat Pencatatan Ciptaan, Sertifikat Paten, atau dokumen lain.
  2. Catat nomor yang tertulis pada dokumen. Jangan mengasumsikan nomor permohonan sama dengan nomor pendaftaran atau nomor pencatatan.
  3. Telusuri data pada PDKI. Cocokkan nama pemilik atau pemegang hak, objek KI, kelas merek bila relevan, tanggal, dan status.
  4. Periksa akun pengajuan. Untuk dokumen elektronik, bandingkan dengan arsip yang tersedia pada akun DJKI yang dipakai saat permohonan.
  5. Tindak lanjuti ketidaksesuaian. Jika nama, status, atau nomor tidak cocok, jangan mengandalkan PDF tersebut sebagai satu-satunya dasar keputusan. Gunakan layanan pasca permohonan atau kanal bantuan DJKI sesuai jenis KI.

Untuk merek, panduan yang lebih rinci tersedia pada artikel cara cek merek dagang melalui HAKI.id dan PDKI DJKI. Pengecekan tersebut berbeda dari sekadar melihat Sertifikat Merek karena Anda juga perlu membaca status dan data pendaftaran.

Cara Download dan Cetak E-Sertifikat HAKI

Cara download dokumen KI bergantung pada jenis hak dan akun yang digunakan saat pengajuan. Jangan mencari satu tombol “download sertifikat HAKI” untuk semua jenis KI karena sistemnya berbeda.

Download Sertifikat Merek

Menurut FAQ Sertifikasi Merek DJKI, e-sertifikat merek dapat diunduh jika permohonan sudah berstatus DIDAFTAR. Pemohon perlu menggunakan akun e-Merek yang dipakai pertama kali saat mengajukan permohonan, lalu membuka menu permohonan yang terkait.

Jika status belum DIDAFTAR, jangan menganggap tidak adanya sertifikat sebagai gangguan sistem. Periksa status permohonan terlebih dahulu melalui akun dan PDKI.

Download Surat Pencatatan Ciptaan

Pada Januari 2026, DJKI menjelaskan bahwa POP HC menghasilkan Surat Pencatatan Ciptaan setelah permohonan dinyatakan lengkap.

Simpan dokumen elektronik dari akun pemohon sebagai arsip internal. Jika dokumen perlu digunakan di luar perusahaan, kirim salinan dari file resmi tersebut.

Tampilan menu dapat berubah. Jika dokumen tidak terlihat, cek riwayat permohonan pada akun yang digunakan saat pengajuan dan gunakan layanan pasca permohonan yang sesuai.

Jika Dokumen Hilang atau Datanya Salah

Jangan membuat ulang sertifikat dengan template sendiri. DJKI menyediakan layanan pasca permohonan yang berbeda menurut jenis KI. Untuk hak cipta, halaman formulir resmi DJKI mencantumkan antara lain permohonan salinan, petikan, perbaikan data, dan koreksi Surat Pencatatan.

Untuk merek, DJKI juga menyediakan proses perubahan data pada sertifikat dan layanan pasca permohonan melalui akun e-Merek. Pilih jalur berdasarkan masalah yang sebenarnya, misalnya file tidak tersedia, data salah, atau kepemilikan telah berubah.

Catatan dari Tim Konsultan IZIN.co.id

Untuk aset KI milik perusahaan, arsipkan dokumen bersama nomor permohonan, bukti pembayaran, akses akun pengajuan, dan dokumen pengalihan jika ada. Pemisahan arsip ini membantu saat perusahaan perlu memperpanjang merek, melakukan pengalihan, atau menjawab pemeriksaan legal di kemudian hari.

Nomor Sertifikat HAKI yang Mana?

Contoh Sertifikat Hak Cipta Program Komputer
Contoh Sertifikat Hak Cipta Program Komputer (sumber: nurulfikri.ac.id)

Satu dokumen KI dapat memuat lebih dari satu nomor, sehingga istilah “nomor sertifikat HAKI” sering menimbulkan kebingungan. Nomor permohonan berfungsi mengidentifikasi pengajuan, sedangkan nomor pendaftaran atau pencatatan merujuk pada status administratif setelah proses tertentu selesai.

Gunakan nama kolom persis seperti yang tercantum pada dokumen atau diminta oleh pihak penerima. Jika formulir meminta “Nomor Pencatatan”, jangan menggantinya dengan “Nomor Permohonan” hanya karena keduanya ada pada dokumen yang sama.

Untuk verifikasi pihak ketiga, sebaiknya berikan konteks jenis KI dan nama nomornya. Format seperti “Merek, Nomor Pendaftaran …” atau “Hak Cipta, Nomor Pencatatan …” lebih jelas daripada hanya menulis “Nomor HAKI”.

Sertifikat HAKI Berlaku Berapa Lama?

Tidak ada satu masa berlaku untuk semua sertifikat HAKI. Jangka pelindungan ditentukan oleh jenis KI, bukan oleh istilah umum “sertifikat HAKI”.

Jenis KIJangka Pelindungan UtamaCatatan
Merek10 tahun sejak tanggal penerimaanDJKI menyatakan merek terdaftar dapat diperpanjang untuk jangka waktu berikutnya.
Hak CiptaBerbeda menurut jenis ciptaan dan subjek hakUU No. 28 Tahun 2014 mengatur beberapa kategori dengan masa hidup pencipta ditambah 70 tahun, sementara kategori lain memiliki jangka berbeda. Surat Pencatatan Ciptaan bukan penentu awal lahirnya hak.
Paten20 tahun untuk paten dan 10 tahun untuk paten sederhana sejak tanggal penerimaanDJKI mencantumkan jangka 20 tahun untuk paten dan 10 tahun untuk paten sederhana.

Untuk paten, dasar hukumnya perlu dibaca dalam versi terkini. UU No. 13 Tahun 2016 tentang Paten telah beberapa kali diubah, dan JDIH BPK mencatat perubahan ketiganya melalui UU No. 65 Tahun 2024 yang berlaku sejak 28 Oktober 2024.

Dasar Hukum Dokumen Kekayaan Intelektual

Tiga kelompok aturan utama yang relevan untuk dokumen yang dibahas dalam artikel ini adalah aturan hak cipta, merek, dan paten.

  • Hak Cipta: UU No. 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. JDIH BPK mencatat undang-undang ini berstatus berlaku.
  • Merek: UU No. 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis. JDIH BPK mencatat undang-undang ini berstatus berlaku dan telah mengalami perubahan melalui regulasi Cipta Kerja.
  • Paten: UU No. 13 Tahun 2016 tentang Paten sebagaimana telah diubah, termasuk perubahan ketiga melalui UU No. 65 Tahun 2024.

Peraturan dan sistem layanan dapat berubah. Untuk kebutuhan transaksi, sengketa, atau pengambilan keputusan yang material, cocokkan kembali status dokumen dengan sumber resmi DJKI dan peraturan yang berlaku pada saat pemeriksaan.

Gunakan Nama Dokumen yang Tepat agar Tidak Salah Urus

Jika Anda mencari sertifikat HAKI, pastikan dulu jenis KI yang dimaksud sebelum mengunduh contoh PDF. Merek, hak cipta, dan paten memiliki dokumen, proses, akibat hukum, serta masa pelindungan yang berbeda.

Untuk merek, cari Sertifikat Merek dan cek statusnya. Untuk hak cipta, gunakan istilah Surat Pencatatan Ciptaan dan pahami bahwa pencatatan tidak menciptakan hak cipta. Untuk paten, pastikan dokumen dan status mengikuti sistem paten serta aturan terbaru.

Jika Anda belum mengurus dokumen yang sesuai atau masih ragu memilih jalur perlindungan, pelajari layanan pendaftaran HAKI IZIN.co.id untuk merek, hak cipta, dan paten.

Masih Bingung Dokumen KI yang Anda Butuhkan?

Tim IZIN.co.id membantu menentukan jalur merek, hak cipta, atau paten sesuai aset yang ingin Anda lindungi.

Cek Jasa Pengurusan HAKI

Referensi
  1. Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia. (2014). Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. Diperoleh dari
    https://peraturan.bpk.go.id/Details/38690/uu-no-28-tahun-2014
  2. Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia. (2016). Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis. Diperoleh dari
    https://peraturan.bpk.go.id/Details/37595/uuno-20-tahun-2016
  3. Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia. (2024). Undang-Undang Nomor 65 Tahun 2024 tentang Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2016 tentang Paten. Diperoleh dari
    https://peraturan.bpk.go.id/Details/306515/uu-no-65-tahun-2024
  4. Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual. (2026). Langkah 5 Menit Catatkan Hak Cipta melalui POP HC. Diperoleh dari
    https://www.dgip.go.id/artikel/detail-artikel-berita/langkah-5-menit-catatkan-hak-cipta-melalui-pop-hc?kategori=liputan-humas
  5. Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual. (2021). Direktur Hak Cipta dan Desain Industri Berikan Surat Pencatatan Ciptaan kepada Universitas Bhayangkara Jakarta Raya. Diperoleh dari
    https://www.dgip.go.id/artikel/detail-artikel-berita/direktur-hak-cipta-dan-desain-industri-berikan-surat-pencatatan-ciptaan-kepada-universitas-bhayangkara-jakarta-raya?kategori=Berita+Resmi+Desain+Industri
  6. Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual. (n.d.). Frequently Asked Question: Merek Sertifikasi. Diperoleh dari
    https://dgip.go.id/faq/daftar-faq/merek/Merek-Sertifikasi
  7. Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual. (2023). Menggunakan PDKI Indonesia untuk Permohonan KI yang Lebih Efektif. Diperoleh dari
    https://www.dgip.go.id/artikel/detail-artikel-berita/menggunakan-pdki-indonesia-untuk-permohonan-ki-yang-lebih-efektif
  8. Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual. (n.d.). Formulir dan Format Surat Hak Cipta. Diperoleh dari
    https://dgip.go.id/menu-utama/hak-cipta/formulir-dan-format-surat-hc
  9. Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual. (n.d.). Frequently Asked Question: Paten Umum. Diperoleh dari
    https://www.dgip.go.id/faq/daftar-faq/paten/paten-umum
  10. Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual. (n.d.). Frequently Asked Question: Merek Umum. Diperoleh dari
    https://www.dgip.go.id/faq/daftar-faq/merek/merek?kategori=umum&page=2
Artikel ini membantu Anda? Jadikan kami sumber pilihan di Google Search

Tentang Keakuratan Artikel Ini

Artikel ini disusun oleh tim editorial IZIN.co.id dan telah melalui proses peninjauan untuk memastikan informasi yang relevan dan akurat bagi pelaku usaha di Indonesia.

Seluruh informasi mengacu pada UU dan peraturan terkait yang berlaku. Regulasi hukum dapat berubah sewaktu-waktu. Kami menyarankan pembaca untuk melakukan verifikasi atau berkonsultasi dengan profesional sebelum mengambil keputusan hukum.

Artikel ini diterbitkan semata-mata untuk tujuan edukasi dan bukan merupakan pendapat hukum (legal opinion).

IZIN.co.id telah membantu lebih dari 10.000 pengusaha Indonesia dalam mengurus legalitas bisnis, termasuk pendaftaran hak kekayaan intelektual.

Cek Merek Lebih Mudah dengan Tools dari IZIN.co.id

Cek Merek Gratis
Cek dan telusuri merek dagang terdaftar secara gratis
Artikel Lainnya
whatsapp button