Klien kami kali ini adalah pelaku usaha di industri sabun yang sedang serius membangun identitas mereknya. Permohonan pendaftaran merek sudah diajukan ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI), prosesnya berjalan normal, sampai akhirnya muncul kendala yang bikin banyak pemilik usaha keder kalau mengalaminya sendiri: merek yang diajukan mendapat usulan penolakan karena dianggap mirip dengan merek lain yang sudah lebih dulu terdaftar.
Bagi sebagian orang, surat semacam ini rasanya seperti pintu tertutup. Padahal belum tentu. Masih ada beberapa jalur hukum yang bisa ditempuh, tergantung dasar penolakannya apa dan bagaimana karakteristik kasusnya.
Pertanyaan Klien Bukan “Bagaimana Cara Menang?”
Begitu usulan penolakan diterima, yang ada di kepala klien bukan lagi soal administrasi, tapi soal apakah mereknya masih bisa diselamatkan. Wajar kalau muncul pertanyaan seperti: apakah permohonan ini masih ada harapan, apakah harus langsung mengajukan banding, atau justru lebih baik ganti merek dari awal.
Tidak ada jawaban satu ukuran untuk semua kasus di sini. Setiap perkara merek punya dasar hukum dan konteksnya sendiri, jadi langkah yang tepat baru bisa ditentukan setelah alasan penolakannya benar-benar dipahami.
Sebelum Menentukan Langkah, Kami Bedah Dulu Suratnya
Tim IZIN.co.id tidak langsung menyarankan satu jalur penyelesaian. Yang pertama dilakukan adalah menganalisis surat usulan penolakan DJKI itu sendiri, bukan cuma soal ada tidaknya kemiripan merek, tapi juga dasar hukum yang dipakai pemeriksa, seberapa kuat posisi klien, dan peluang di tiap opsi penyelesaian yang tersedia.
Dari pengalaman tim kami menangani kasus serupa, tidak semua usulan penolakan berujung proses hukum panjang. Pada beberapa kasus, sanggahan yang disusun dengan argumentasi dan dasar hukum yang tepat justru jadi jalan paling efisien, sekaligus punya peluang berhasil yang cukup baik.
Setelah opsi-opsi dipetakan, sanggahan jadi langkah yang diambil. Bukan sekadar karena itu tahap pertama yang tersedia, tapi karena hasil analisis menunjukkan masih ada ruang argumentasi yang bisa dipakai untuk menjawab alasan penolakan DJKI.
Klien juga dijelaskan kelebihan dan batasan tiap opsi hukum yang ada, termasuk soal waktu, biaya, dan kemungkinan hasilnya. Jadi keputusan yang diambil benar-benar berdasarkan pemahaman, bukan sekadar berharap yang terbaik.
Catatan dari Tim Konsultan IZIN.co.id
Banyak klien datang ke kami sudah panik duluan begitu terima surat usulan penolakan, padahal belum tentu itu akhir cerita. Yang biasa kami lakukan pertama adalah baca alasan penolakannya baik-baik, bukan buru-buru menyiapkan banding. Kadang alasannya cuma soal teknis administrasi yang bisa dijawab lewat sanggahan, kadang memang butuh strategi lain. Setiap kasus beda, jadi jangan langsung ambil kesimpulan sebelum surat DJKI-nya dibedah tuntas.
Begitu strategi disepakati, proses lanjut ke penyusunan sanggahan. Setiap argumentasi dirancang untuk merespons langsung poin-poin yang jadi dasar penolakan DJKI. Selama proses ini berjalan, komunikasi dengan klien dilakukan berkala supaya klien tahu perkembangan perkaranya, bukan cuma menunggu tanpa kabar.
Pendampingan berlangsung sekitar 12 bulan, dari surat usulan penolakan diterima sampai keputusan akhir keluar.
Hasilnya
Upaya lewat sanggahan ini membuahkan hasil yang diharapkan. Merek klien akhirnya berhasil terdaftar, tanpa perlu lanjut ke upaya hukum berikutnya seperti banding.
- Merek berhasil memperoleh persetujuan pendaftaran
- Sengketa selesai lewat mekanisme sanggahan, tanpa proses banding
- Klien lebih paham proses hukum pendaftaran mereknya sendiri
- Seluruh proses tuntas dalam waktu sekitar 12 bulan
Yang Sering Luput dari Proses Pendaftaran Merek
Keberhasilan di kasus ini bukan cuma soal sertifikat mereknya terbit. Yang tidak kalah penting justru bagaimana keputusan diambil sejak awal: paham dasar penolakannya apa, timbang semua opsi hukum yang ada, lalu pilih strategi yang proporsional untuk kasus itu.
Kasus ini menunjukkan satu hal sederhana: usulan penolakan bukan berarti merek pasti gagal didaftarkan. Respons yang tepat di awal bisa mengubah arah proses secara signifikan.
Setiap Kasus Merek Punya Ceritanya Sendiri
Karakteristik tiap perkara merek berbeda-beda, jadi pendekatan yang berhasil di satu kasus belum tentu cocok dipakai di kasus lain. Bagi pelaku usaha, nilai terbesarnya bukan cuma dapat merek yang terdaftar, tapi juga paham kenapa langkah hukum tertentu yang diambil. Dengan begitu, keputusan bisnis bisa dibuat lebih terukur dan sesuai kepentingan jangka panjang usahanya.
Merek Anda Kena Usulan Penolakan dari DJKI?
Setiap kasus penolakan merek punya dasar dan peluang yang berbeda. Konsultasikan situasi Anda dengan tim HAKI IZIN.co.id sebelum menentukan langkah berikutnya.



