Sistem Akuntansi di Indonesia

Mengenal Akuntansi di Indonesia

Mengelola pembukuan Anda di Indonesia terkadang menyulitkan dan memakan banyak waktu. Berikut ini adalah yang harus Anda ketahui mengenai sistem akuntansi di Indonesia:

Mata uang dan bahasa lokal

Badan usaha pada umumnya menggunakan mata uang lokal dalam pembukuan dan laporan keuangan mereka. Sebuah badan dapat menggunakan mata uang lain, tergantung pada lingkungan ekonomi utama di mana mereka beroperasi. Biasanya di sinilah transaksi penjualan terjadi dan daftar harga produk dan jas dalam mata uang tersebut.

Periode Akuntansi

Pembukuan dan laporan keuangan dibuat menggunakan kalender 1 Januari sampai 31 Desember sebagai tahun pembukuan dan juga sebagai tahun fiskal untuk keperluan pajak. Namun, perusahaan diizinkan untuk memilih tahun fiskal yang tidak dimulai pada 1 Januari

Dasar-dasar

Badan usaha harus manggunakan dasar akrual akuntansi dalam mengenali dan mengukur butir-butir laporan keuangan. Dengan basis ini, berarti transaksi yang ada sudah dikenali saat terjadinya dan ketika syarat tertentu dipenuhi. Dalam dasar ini tidak perlu mencatat transaksi ketika uang diterima atau tagihan dibayar.

Standar akuntansi di Indonesia

Standar Akuntansi Keuangan (atau SAK) merupakan kerangka akuntasi standar untuk menyiapkan laporan keuangan di Indonesia. Sebagian besar standar ini diadaptasi dari International Financial Reporting Starndard (IFRS).

Standar Akuntansi Keuangan Badan Usaha Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK-ETAP) merupakan kerangka akuntansi standar yang serupa dengan SAK, namun ditargetkan untuk perusahaan kecil dan menengah. Jika badan usaha ingin mendapatkan investasi, hal ini dapat menjadi solusi. Laporannya mencantumkan informasi seperti penilaian aset tetap, aset tidak berwujud, ekuitas. Namun, laporan laba-rugi tidak selalu dicantumkan di dalamnya.

Standar Akuntansi Keuangan Syariah (SAK Syariah) berlaku pada badan usaha yang memiliki transaksi berbasis syariah.
Standar Akuntansi Pemerintah (SAP) adalah standar akuntansi yang digunakan oleh pemerintah.

Laporan Keuangan

Satu set laporan keuangan terdiri dari laporan posisi financial (neraca keuangan), laporan laba-rugi, laporan arus kas, dan laporan perubahan ekuitas dan catatan untuk laporan keuangan. Laporan-laporan ini dituliskan menggunakan metode komparatif / perbandingan dengan informasi yang sama dengan tahun sebelumnya.

Menurut hukum, seluruh pembukuan dan catatan harus disimpan selama paling tidak 10 tahun setelah akhir periode pelaporan perusahaan.

    Anda Punya Pertanyaan ?