Faktur pelunasan di Coretax menjadi bagian penting dalam administrasi pajak bagi Pengusaha Kena Pajak (PKP) yang melakukan transaksi dengan pembayaran bertahap. Faktur ini digunakan untuk mencatat pembayaran sisa transaksi setelah sebelumnya dibuat faktur uang muka atau termin. Dengan memahami cara membuat faktur pelunasan di Coretax, pelaporan PPN dapat dilakukan secara lebih akurat dan sesuai ketentuan perpajakan.
Apa Itu Faktur Pelunasan?
Faktur pelunasan adalah faktur pajak yang diterbitkan ketika pembayaran akhir atas suatu transaksi telah dilakukan. Faktur ini melengkapi pencatatan dari faktur sebelumnya, seperti faktur uang muka, sehingga nilai transaksi tercatat secara utuh dalam sistem perpajakan.
Biasanya faktur pelunasan digunakan pada:
- Proyek dengan pembayaran bertahap
- Transaksi penjualan bernilai besar
- Penjualan dengan sistem termin
Baca Juga: Cara Membuat Faktur Pajak di CoreTax
Persiapan Sebelum Membuat Faktur Pelunasan di Coretax
Sebelum memulai, pastikan beberapa hal berikut tersedia:
- Akun Coretax aktif
- Data transaksi lengkap
- Referensi faktur sebelumnya
- Nomor seri faktur pajak
Persiapan ini membantu proses berjalan lancar dan meminimalkan kesalahan input data.
Cara Buat Faktur Pelunasan di Coretax
Berikut langkah-langkah umum yang dapat diikuti:
1. Login ke Akun Coretax
Masuk ke sistem Coretax menggunakan akun yang telah terdaftar.
2. Pilih Menu Faktur Pajak
Akses menu pengelolaan faktur pajak pada dashboard utama.
Baca Juga: Cara Buat Faktur Pajak Keluaran di CoreTax
3. Buat Faktur Baru
Pilih opsi pembuatan faktur dan tentukan jenis faktur pelunasan.
4. Masukkan Referensi Faktur Sebelumnya
Hubungkan faktur pelunasan dengan faktur uang muka atau termin yang telah dibuat.
5. Isi Detail Transaksi
Lengkapi data seperti:
- Identitas pembeli
- Nilai pelunasan
- Detail barang/jasa
- Perhitungan PPN
Baca Juga: Cara Cepat Upload Faktur Pajak Keluaran di Coretax
6. Validasi Data
Periksa kembali seluruh informasi sebelum pengajuan.
7. Submit dan Simpan
Setelah diterbitkan, simpan atau unduh dokumen sebagai arsip.
Tips Menghindari Kesalahan Pembuatan Faktur
- Pastikan nominal pelunasan sesuai sisa transaksi
- Periksa referensi faktur sebelumnya
- Simpan arsip dokumen secara teratur
- Lakukan rekonsiliasi laporan keuangan
Jika membutuhkan pendampingan, Anda bisa memanfaatkan layanan Jasa Konsultan Pajak dari IZIN.co.id atau menggunakan dukungan profesional untuk pencatatan dan pelaporan melalui Jasa Pembuatan Laporan Keuangan dan Pelaporan SPT Pajak IZINTAX.
Konsultasi GRATIS dan dapatkan penawaran eksklusif hanya untuk Anda!
FAQ Seputar Faktur Pelunasan di Coretax
Apakah faktur pelunasan wajib dibuat?
Jika transaksi dilakukan bertahap dan ada pembayaran akhir, maka faktur pelunasan diperlukan untuk melengkapi pencatatan pajak.
Apa bedanya dengan faktur uang muka?
Faktur uang muka mencatat pembayaran awal, sedangkan faktur pelunasan mencatat pembayaran akhir.
Bisa kah faktur pelunasan diperbaiki?
Jika terjadi kesalahan, biasanya dilakukan melalui mekanisme faktur pengganti sesuai aturan yang berlaku.
Apakah faktur pelunasan berpengaruh pada laporan pajak?
Ya, karena faktur ini memengaruhi perhitungan PPN serta pelaporan pajak masa terkait.


