Pendirian PT Online via AHU: Panduan Step-by-Step Terbaru 2026

Konten ini bersifat edukatif. Regulasi perizinan dapat berubah sewaktu-waktu. Untuk kebutuhan hukum spesifik bisnis Anda, konsultasikan dengan tim legal IZIN.co.id.

Artikel ditinjau oleh:

Picture of Otty Yuniarti Yusariningsih, S.H. - Konsultan Legal IZIN.co.id
Otty Yuniarti Yusariningsih, S.H. - Konsultan Legal IZIN.co.id

10+ tahun pengalaman di bidang hukum korporasi, perizinan usaha, hingga hak cipta. Telah mendampingi ratusan klien dalam proses pendirian PT, CV, dan badan usaha lainnya, serta pengurusan izin OSS, SIUP, dan legalitas bisnis di Indonesia.

Picture of Otty Yuniarti Yusariningsih, S.H.
Otty Yuniarti Yusariningsih, S.H.

Konsultan Legal IZIN.co.id

Mendirikan Perseroan Terbatas (PT) kini tidak lagi identik dengan antri panjang di kantor notaris atau bolak-balik ke instansi pemerintah. Melalui sistem AHU Online (Administrasi Hukum Umum) milik Kemenkumham di ahu.go.id, seluruh proses pendaftaran badan hukum PT sudah terintegrasi secara digital — mulai dari cek nama, pemesanan nama, pengunggahan akta oleh notaris, hingga terbitnya SK Kemenkumham yang Anda terima langsung dalam bentuk dokumen elektronik. Artikel ini menguraikan setiap langkah secara spesifik, lengkap dengan syarat, biaya PNBP, dan hal-hal teknis yang sering menjadi batu sandungan di 2026.

Apa Itu AHU Online dan Mengapa Penting untuk Pendirian PT?

AHU Online adalah platform digital resmi Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum, Kementerian Hukum Republik Indonesia, yang dapat diakses di ahu.go.id. Platform ini menjadi pintu masuk wajib untuk semua urusan badan hukum PT di Indonesia, mencakup:

  • Pengecekan dan pemesanan nama PT melalui Sistem Administrasi Badan Hukum (SABH)
  • Pengunggahan akta pendirian oleh notaris dan pengajuan permohonan pengesahan
  • Penerbitan dan pengunduhan SK Pengesahan Badan Hukum secara elektronik
  • Pencarian profil dan pengecekan legalitas PT yang sudah terdaftar
  • Perubahan anggaran dasar, perubahan data, dan pembubaran PT

Perlu dipahami bahwa AHU Online bukan platform mandiri yang bisa diakses langsung oleh pendiri PT. Untuk pendirian PT biasa (persekutuan modal), semua interaksi dengan sistem AHU dilakukan melalui notaris yang memiliki akun login khusus. Pendiri PT berinteraksi dengan AHU secara tidak langsung, melalui notaris sebagai perantara resmi. Yang bisa dilakukan pendiri secara mandiri adalah pengecekan nama PT di portal publik AHU dan, untuk PT Perorangan, pengisian pernyataan pendirian secara online.

Baca Juga: Cara Mendirikan PT 2026: Syarat, Biaya, dan Proses Lengkap

Dua Jalur Pendirian PT via AHU: Pilih yang Sesuai

Sebelum masuk ke panduan langkah demi langkah, pahami dua jalur berbeda yang tersedia di sistem AHU:

AspekPT Biasa (Persekutuan Modal)PT Perorangan
PendiriMinimal 2 orang/badan hukum1 orang WNI (UMK, maks. Rp 5 M)
Akta NotarisWajib (hadir fisik)Tidak diperlukan (100% online)
Portal AHU yang Digunakanahu.go.id (melalui login notaris)ptp.ahu.go.id (mandiri)
Dokumen yang TerbitSK Pengesahan Badan HukumSertifikat Pernyataan Pendirian
Biaya PNBP KemenkumhamRp 300.000 – Rp 1.100.000Rp 50.000
Estimasi Waktu (via jasa)7–14 hari kerja3–5 hari kerja

Panduan berikut berfokus pada PT biasa (persekutuan modal) — jalur yang paling umum dan sering dicari. Untuk PT Perorangan, lihat panduan khusus di artikel Cara Mendirikan PT Perorangan 2026.

Tidak Yakin Pilih PT Biasa atau PT Perorangan?

Tim konsultan IZIN.co.id — 12+ tahun pengalaman, 10.000+ klien — bantu Anda tentukan struktur yang tepat sebelum proses dimulai. Konsultasi pertama gratis, tanpa komitmen.

Konsultasi GRATIS Sekarang

Persiapan Sebelum Masuk ke AHU Online

Sebelum notaris dapat mengakses sistem AHU, ada beberapa hal yang harus disiapkan oleh calon pendiri PT:

1. Siapkan Data Dasar Perusahaan

  • Nama PT (minimal 3 pilihan cadangan) — karena nama utama bisa saja sudah terpakai atau ditolak sistem
  • Alamat domisili — harus lolos verifikasi RDTR (Rencana Detail Tata Ruang) berdasarkan PP No. 28 Tahun 2025; jika zonasi tidak sesuai, perlu virtual office atau alamat alternatif
  • Maksud dan tujuan usaha beserta kode KBLI 5 digit yang tepat — gunakan database KBLI terbaru IZIN.co.id untuk referensi
  • Struktur modal: modal dasar, modal ditempatkan (minimal 25% dari modal dasar), dan modal disetor
  • Susunan pengurus: nama direktur dan komisaris (minimal 1 direktur dan 1 komisaris untuk PT biasa)

2. Siapkan Dokumen Pendiri dan Pengurus

  • KTP elektronik aktif semua pemegang saham, direktur, dan komisaris
  • NPWP pribadi semua pemegang saham, direktur, dan komisaris (harus aktif dan NIK sudah sinkron di sistem Coretax)
  • Paspor (untuk pemegang saham atau pengurus WNA)

3. Pilih Notaris yang Tepat

Notaris adalah kunci dalam proses ini. Pilih notaris yang sudah berpengalaman di bidang korporasi dan memiliki akses aktif ke sistem AHU Online. Berdasarkan Pasal 10 UU No. 40 Tahun 2007, akta pendirian wajib diajukan ke Kemenkumham paling lambat 60 hari sejak tanggal akta ditandatangani. Keterlambatan berarti proses harus diulang dari awal.

Jika ingin proses yang terkelola rapi dari awal hingga terbitnya NIB, gunakan layanan pendirian PT IZIN.co.id yang sudah mencakup notaris rekanan, AHU, Coretax, dan OSS dalam satu paket.

Langkah 1: Cek Nama PT — Mulai dari Sini

Pengecekan nama adalah langkah pertama yang bisa Anda lakukan secara mandiri bahkan sebelum bertemu notaris. Nama PT yang Anda pilih harus unik dan lolos semua ketentuan PP No. 43 Tahun 2011 tentang Tata Cara Pengajuan dan Pemakaian Nama Perseroan Terbatas.

Aturan Penamaan PT yang Wajib Dipenuhi (PP No. 43/2011)

  • Terdiri dari minimal 3 kata (contoh: “Maju Bersama Indonesia”, bukan “Maju Bersama”)
  • Belum dipakai secara sah oleh PT lain yang sudah terdaftar di AHU
  • Tidak mirip atau sama dengan nama lembaga negara, pemerintah, atau internasional
  • Tidak mengandung unsur SARA, pornografi, atau melanggar ketertiban umum
  • Tidak terdiri dari angka atau huruf saja tanpa membentuk kata bermakna
  • Tidak menggunakan hanya nama maksud/tujuan usaha (misalnya “Perdagangan Internasional” saja, tanpa unsur pembeda)
  • Untuk PT yang seluruh sahamnya dimiliki WNI atau badan hukum Indonesia: wajib menggunakan Bahasa Indonesia
  • Kata tertentu (seperti “Indonesia”, “Nasional”, “Persero”, “Tbk”) memiliki syarat khusus atau memerlukan izin tambahan

Cara Cek Nama PT di AHU Online (Gratis, Mandiri)

Cara 1: Melalui portal AHU resmi

  1. Buka ahu.go.id di browser
  2. Pilih menu “Pencarian/Unduh Data” (ikon folder dengan kaca pembesar)
  3. Pilih “Perseroan” — halaman pencarian profil PT akan terbuka
  4. Ketik nama yang ingin dicek di kolom pencarian; perhatikan sensitivitas spasi dan kapital
  5. Jika nama tidak muncul dalam hasil: kemungkinan besar tersedia. Jika muncul nama yang sama atau sangat mirip: pertimbangkan alternatif lain

Cara 2: Cek cepat via IZIN.co.id (direkomendasikan sebagai langkah awal)

Sebelum masuk ke portal AHU yang bisa terasa teknis, lakukan pengecekan awal melalui tools Cek Nama PT IZIN.co.id — gratis, instan, dan menampilkan hasil validasi apakah nama sudah terdaftar atau masih tersedia. Cocok untuk brainstorming nama sebelum masuk ke proses resmi.

Tips profesional: Siapkan minimal 3–5 nama alternatif sebelum bertemu notaris. Nama utama yang sudah Anda riset bisa saja baru saja dipakai orang lain saat proses dimulai — sistem AHU bersifat first come first served. Juga cek ketersediaan domain .com dan .co.id untuk keperluan branding digital jangka panjang.

Langkah 2: Pemesanan Nama PT via SABH (oleh Notaris)

Setelah Anda dan notaris menyepakati nama yang akan digunakan, notaris memesan nama tersebut melalui Sistem Administrasi Badan Hukum (SABH) di portal AHU. Proses ini dilakukan oleh notaris menggunakan akun login-nya.

Alur teknis pemesanan nama oleh notaris:

  1. Notaris login ke ahu.go.id menggunakan User ID dan Password notaris
  2. Pilih menu Perseroan → Pesan Nama
  3. Masukkan nama yang akan dipesan; sistem otomatis menampilkan daftar nama yang mirip sebagai referensi kemiripan
  4. Notaris membeli voucher pemesanan nama (biaya Rp 200.000) melalui platform pembayaran yang terintegrasi
  5. Setelah pembayaran berhasil, notaris submit permohonan pemesanan nama
  6. Sistem menerbitkan bukti pemesanan nama yang menjadi dasar untuk melanjutkan ke tahap pembuatan akta

Persetujuan nama oleh sistem umumnya berlangsung cepat hingga instan untuk nama yang jelas tidak bermasalah. Nama yang lolos ditandai sebagai “diterima” dan dikunci untuk PT Anda selama proses berlangsung.

Langkah 3: Pembuatan Akta Pendirian oleh Notaris

Ini adalah inti dari proses pendirian PT biasa — dan satu-satunya tahap yang tidak bisa dilakukan secara online sepenuhnya. Seluruh pemegang saham (atau perwakilannya dengan surat kuasa notariil yang sah) wajib hadir secara fisik di hadapan notaris untuk menandatangani akta pendirian.

Isi Akta Pendirian PT (Anggaran Dasar)

Berdasarkan Pasal 8 UU No. 40 Tahun 2007, akta pendirian memuat setidaknya:

  • Nama dan tempat kedudukan PT
  • Jangka waktu berdirinya PT (bisa tidak terbatas)
  • Maksud, tujuan, dan kegiatan usaha sesuai KBLI
  • Jumlah modal dasar, modal ditempatkan, dan modal disetor
  • Jumlah saham, nilai nominal per saham, dan klasifikasi saham (jika ada)
  • Nama dan data identitas pemegang saham, jumlah saham yang dimiliki, serta nilainya
  • Nama dan data identitas direksi dan dewan komisaris beserta wewenang mereka
  • Ketentuan tentang RUPS, tata cara pengangkatan/pemberhentian direksi dan komisaris

Verifikasi NPWP oleh Notaris (KSWP)

Penting: berdasarkan Permenkumham No. 13 Tahun 2020, notaris wajib memastikan validitas NPWP semua pihak terkait melalui sistem KSWP (Konfirmasi Status Wajib Pajak) sebelum mengajukan permohonan ke AHU. NPWP yang tidak aktif atau tidak terdaftar di sistem Coretax DJP akan menyebabkan penolakan. Pastikan seluruh NPWP sudah sinkron dengan NIK di Coretax sebelum hari penandatanganan akta.

Langkah 4: Pengajuan Pengesahan ke AHU oleh Notaris

Setelah akta ditandatangani, notaris memiliki 60 hari untuk mengajukan permohonan pengesahan ke Kemenkumham melalui AHU Online. Inilah proses pengajuan sepenuhnya secara digital yang dilakukan notaris:

  1. Notaris login ke ahu.go.id dan pilih menu Perseroan → Pendirian
  2. Input seluruh data perseroan: nama, kedudukan, KBLI, modal, pengurus, dan pemegang saham — termasuk NIK dan NPWP semua pihak. Sistem secara otomatis memvalidasi NIK melalui integrasi Dukcapil
  3. Input data Pemilik Manfaat (Beneficial Owner) sesuai kewajiban transparansi korporasi
  4. Pratinjau data yang sudah diinput; pratinjau berlaku selama 7 hari — harus diselesaikan dalam jangka waktu ini
  5. Unggah file akta pendirian dalam format yang ditetapkan AHU
  6. Notaris membeli voucher PNBP pengesahan badan hukum sesuai modal dasar:
    • Modal di bawah Rp 25 juta → Rp 300.000
    • Modal Rp 25 juta – Rp 1 miliar → Rp 600.000
    • Modal di atas Rp 1 miliar → Rp 1.100.000
  7. Submit permohonan pengesahan ke Kemenkumham

Setelah submit, Kemenkumham melakukan verifikasi dokumen. Jika semua data valid, SK Pengesahan Badan Hukum terbit secara elektronik. Notaris mengunduh SK tersebut dari sistem AHU dan menyerahkan salinannya kepada Anda.

Perhatikan: Jika terdapat ketidaksesuaian data (NIK tidak valid, NPWP tidak aktif, nama pengurus tidak cocok di Dukcapil), sistem AHU akan menolak permohonan dan notaris harus melakukan koreksi. Setiap koreksi bisa memakan waktu tambahan dan memerlukan biaya voucher koreksi. Ini yang paling sering memperlambat proses di lapangan.

Langkah 5: Pendaftaran NPWP Badan via Coretax DJP

Setelah SK Kemenkumham terbit, langkah berikutnya adalah mendaftarkan NPWP badan melalui portal coretaxdjp.pajak.go.id — sistem perpajakan baru yang sejak 2025 menggantikan sistem ereg lama. Ini tidak dilakukan melalui AHU, tetapi merupakan kelanjutan wajib sebelum bisa mengurus NIB.

Keunggulan Coretax untuk proses ini: sistem sudah terintegrasi dengan database AHU Online Kemenkumham, sehingga validasi SK tidak perlu dilakukan manual. NPWP badan dan Surat Keterangan Terdaftar (SKT) elektronik dikirimkan ke email dalam 1–3 hari kerja.

Hal yang perlu diantisipasi: nomor HP dan email yang digunakan untuk registrasi Coretax tidak boleh pernah terdaftar sebelumnya di sistem pajak. Jika terjadi kendala teknis, hubungi Kring Pajak 1500200. Untuk kemudahan pengelolaan kewajiban pajak perusahaan setelah berdiri, lihat layanan IZIN Tax.

Sudah Punya SK Kemenkumham, Bingung Langkah Selanjutnya?

IZIN.co.id urus Coretax NPWP, verifikasi RDTR, OSS NIB, dan virtual office dalam satu alur — tanpa Anda perlu bolak-balik ke berbagai portal pemerintah.

Lanjutkan Proses dengan IZIN.co.id

Langkah 6: Penerbitan NIB via OSS-RBA

Dengan NPWP badan sudah di tangan, PT Anda siap didaftarkan di sistem OSS-RBA (Online Single Submission berbasis Risiko) di oss.go.id untuk mendapatkan Nomor Induk Berusaha (NIB) — dokumen yang sekaligus berfungsi sebagai Tanda Daftar Perusahaan (TDP) dan Angka Pengenal Importir (API).

Tahapan di OSS-RBA:

  1. Buat akun perusahaan di oss.go.id menggunakan NPWP badan yang sudah terbit
  2. Isi profil perusahaan: data badan hukum, alamat usaha (koordinat GPS wajib diinput), bidang usaha (KBLI)
  3. Sistem OSS memvalidasi lokasi usaha terhadap RDTR (Rencana Detail Tata Ruang) berdasarkan PP No. 28 Tahun 2025 — ini adalah titik kritis: jika lokasi tidak lolos RDTR (misalnya alamat rumah di zona perumahan murni), NIB tidak bisa terbit
  4. Jika lolos RDTR: KKPR (Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang) terbit otomatis dan NIB dapat diterbitkan segera
  5. Bergantung tingkat risiko KBLI (rendah, menengah, atau tinggi), OSS-RBA menentukan apakah PT cukup dengan NIB saja atau memerlukan Sertifikat Standar atau Izin Usaha tambahan dari kementerian teknis

Jika domisili usaha tidak lolos RDTR, solusi yang paling umum adalah menggunakan virtual office IZIN.co.id di 40+ lokasi strategis yang sudah terjamin lolos verifikasi RDTR — tersedia mulai Rp 2,3 juta per tahun.

Langkah 7: Setor Modal ke Rekening Perusahaan

Setelah NIB terbit, buka rekening bank atas nama PT dan setor modal disetor yang sudah dicantumkan dalam akta pendirian. Berdasarkan UU PT, modal disetor minimal 25% dari modal dasar, dan bukti penyetoran wajib disimpan sebagai dokumen perusahaan. Untuk PT yang baru berdiri, penyetoran harus dilakukan dalam 60 hari sejak akta ditandatangani dan buktinya disampaikan ke Kemenkumham melalui notaris.

Ringkasan Alur dan Estimasi Waktu

LangkahSiapa yang MengerjakanPlatformEstimasi Waktu
1. Cek nama PTPendiri / IZIN.co.idahu.go.id / izin.co.id/cek-nama-ptInstan
2. Pemesanan nama via SABHNotarisahu.go.id (login notaris)1 hari kerja
3. Pembuatan dan penandatanganan aktaNotaris + Pendiri (hadir fisik)Kantor notaris1–3 hari kerja
4. Pengesahan AHU → SK KemenkumhamNotaris → Kemenkumhamahu.go.id (login notaris)2–5 hari kerja
5. Pendaftaran NPWP badanPendiri / IZIN.co.idcoretaxdjp.pajak.go.id1–3 hari kerja
6. Penerbitan NIB via OSSPendiri / IZIN.co.idoss.go.id1–3 hari kerja
7. Setor modal ke rekening PTPendiriBank pilihanMaks. 60 hari sejak akta
Total via IZIN.co.id (paket lengkap)7–14 hari kerja

Biaya Pendirian PT via AHU Online 2026

KomponenBiayaDibayar ke
Voucher pemesanan nama (SABH)Rp 200.000Kemenkumham (via notaris)
PNBP pengesahan badan hukum (SK AHU)Rp 300.000 – Rp 1.100.000Kemenkumham (via notaris)
Jasa notaris (akta pendirian)Rp 5.000.000 – Rp 15.000.000Notaris (variatif)
NPWP badan (Coretax)GratisDJP
NIB (OSS-RBA)GratisBKPM/OSS
Virtual office (jika diperlukan untuk RDTR)Mulai Rp 2,3 juta/tahunIZIN.co.id / penyedia VO
Paket lengkap via IZIN.co.id (PT biasa)Mulai Rp 6.500.000Sudah termasuk akta, SK, NPWP, NIB

Baca Juga: Berapa Biaya Pendirian PT di Indonesia? Rincian Lengkap 2026

Kesalahan yang Paling Sering Terjadi dan Cara Menghindarinya

Berdasarkan pengalaman mendampingi ribuan proses pendirian PT, berikut kesalahan yang paling sering memperlambat atau menggagalkan proses AHU:

  • NPWP tidak aktif atau NIK belum sinkron Coretax. Validasi KSWP akan gagal dan notaris tidak bisa mengajukan permohonan AHU. Selesaikan sinkronisasi NPWP-NIK di Coretax sebelum hari penandatanganan akta.
  • Nama PT sudah terpakai atau terlalu mirip. Siapkan 3–5 alternatif. Lakukan cek di IZIN.co.id/cek-nama-pt terlebih dahulu sebelum masuk ke SABH.
  • Alamat domisili tidak lolos RDTR. Banyak pendiri menggunakan alamat rumah yang ternyata berada di zona murni perumahan. Cek zonasi RDTR di portal RDTR.co.id atau gunakan virtual office yang sudah pasti lolos.
  • Pengajuan akta melewati batas 60 hari. Jika notaris terlambat mengajukan ke AHU lebih dari 60 hari sejak akta ditandatangani, proses harus diulang dengan biaya tambahan. Tetapkan timeline yang jelas bersama notaris.
  • Data pengurus tidak sinkron dengan Dukcapil. Nama, NIK, atau alamat yang tidak persis sesuai KTP akan ditolak sistem AHU karena terintegrasi real-time dengan Dukcapil.
  • Kode KBLI tidak sesuai atau salah pilih digit. KBLI yang salah akan mempengaruhi jenis izin di OSS dan bisa menyebabkan NIB tidak terbit atau terbatas. Gunakan database KBLI IZIN.co.id dan konsultasikan pilihan KBLI dengan konsultan sebelum akta dibuat.

FAQ: Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Apakah saya bisa mendirikan PT di AHU Online tanpa notaris?

Untuk PT biasa (persekutuan modal dengan minimal 2 pendiri), tidak bisa. Akta pendirian wajib dibuat di hadapan notaris sesuai UU No. 40 Tahun 2007. Yang bisa dilakukan mandiri tanpa notaris hanya PT Perorangan (1 orang WNI, modal maksimal Rp 5 miliar) melalui portal ptp.ahu.go.id.

Berapa lama proses pendirian PT via AHU Online?

Jika menggunakan jasa IZIN.co.id, seluruh proses dari cek nama hingga NIB terbit dapat diselesaikan dalam 7–14 hari kerja. Secara mandiri bisa lebih lama jika ada hambatan teknis di NPWP, RDTR, atau antrian AHU.

Bagaimana cara cek legalitas PT yang sudah ada di AHU Online?

Buka ahu.go.id, pilih menu “Perseroan”, lalu “Cek Status Badan Hukum”. Masukkan nama perusahaan atau nomor akta. Jika PT sudah sah dan terdaftar, muncul informasi nama, notaris, tanggal pendirian, dan nomor SK Kemenkumham. Untuk profil lengkap, tersedia opsi berbayar (Rp 500.000 untuk profil lengkap, Rp 50.000 untuk profil terakhir).

Apakah SK Kemenkumham dari AHU berbentuk digital atau fisik?

Berbentuk dokumen elektronik yang dapat diunduh dari portal AHU oleh notaris. SK ini memiliki kekuatan hukum yang sama dengan dokumen fisik dan dilengkapi tanda tangan elektronik resmi. Notaris mencetak dan menyerahkan salinannya kepada klien.

Bagaimana jika domisili usaha saya tidak lolos RDTR di OSS?

Ada dua opsi: (1) Gunakan virtual office di lokasi yang sudah lolos RDTR — tersedia di 40+ lokasi strategis IZIN.co.id mulai Rp 2,3 juta per tahun; atau (2) Ajukan PKKPR (Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang) secara manual jika RDTR di wilayah Anda belum terintegrasi OSS. Proses PKKPR manual lebih panjang dan memerlukan koordinasi dengan dinas tata ruang setempat.

Apakah bisa ganti nama PT setelah SK Kemenkumham terbit?

Bisa, melalui proses perubahan anggaran dasar yang juga dilakukan melalui notaris dan diajukan ke AHU. Perubahan nama PT memerlukan RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) terlebih dahulu. Lihat layanan Perubahan Akta IZIN.co.id untuk panduan lengkap.

Mau PT Berdiri Tanpa Ribet Urus AHU, Coretax, dan OSS Sendiri?

IZIN.co.id — pemegang Rekor MURI, 12+ tahun, 10.000+ klien — urus seluruh 7 langkah untuk Anda: dari cek nama dan notaris rekanan, SK Kemenkumham, NPWP badan Coretax, verifikasi RDTR, hingga NIB OSS terbit. Paket mulai Rp 6.500.000.

Mulai Pendirian PT Sekarang

Referensi

  • Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas
  • Undang-Undang No. 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Perppu Cipta Kerja Menjadi Undang-Undang
  • Peraturan Pemerintah No. 43 Tahun 2011 tentang Tata Cara Pengajuan dan Pemakaian Nama Perseroan Terbatas
  • Peraturan Pemerintah No. 8 Tahun 2021 tentang Modal Dasar Perseroan serta Pendaftaran PT Perorangan
  • Peraturan Pemerintah No. 28 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko
  • Peraturan Menteri Hukum dan HAM No. 21 Tahun 2021 tentang Syarat dan Tata Cara Pendaftaran Pendirian, Perubahan, dan Pembubaran Badan Hukum PT
  • Peraturan Menteri Hukum dan HAM No. 13 Tahun 2020 tentang kewajiban validasi KSWP oleh notaris
  • Portal resmi AHU Online — ahu.go.id
  • Portal Panduan AHU — panduan.ahu.go.id
  • Portal OSS-RBA — oss.go.id
  • Portal Coretax DJP — coretaxdjp.pajak.go.id

Tentang Keakuratan Artikel Ini

Artikel ini disusun oleh tim editorial IZIN.co.id dan telah melalui proses peninjauan untuk memastikan informasi yang relevan dan akurat bagi pelaku usaha di Indonesia.

Seluruh informasi mengacu pada regulasi pendirian dan pengelolaan badan usaha yang berlaku, termasuk ketentuan dari Kementerian Hukum dan HAM, sistem OSS, serta peraturan terkait lainnya. Regulasi bisnis dapat berubah sewaktu-waktu. Kami menyarankan pembaca untuk melakukan verifikasi atau berkonsultasi dengan profesional sebelum mengambil keputusan bisnis.

Artikel ini diterbitkan semata-mata untuk tujuan edukasi dan bukan merupakan saran bisnis (business advice) secara profesional.

IZIN.co.id telah membantu lebih dari 4.000 pengusaha Indonesia dalam mengurus pendirian perusahaan, perizinan usaha, dan berbagai kebutuhan legalitas bisnis lainnya.

Mulai Usaha Lebih Mudah dengan Tools dari IZIN.co.id

KBLI Online
Cek KBLI untuk pemilihan bidang usaha di NIB
Cek Nama PT Online
Cek ketersediaan nama PT Anda di sini
Artikel Lainnya
whatsapp button