Izin studio Pilates ditentukan oleh kegiatan usaha, lokasi, dan layanan yang dijual. Studio yang menyediakan tempat serta fasilitas kebugaran umumnya perlu memeriksa KBLI 93116, lalu memenuhi keluaran OSS, standar usaha, dan persyaratan bangunan yang berlaku.
Poin Penting
- KBLI 93116 mencakup usaha yang menyediakan tempat dan fasilitas fitness atau kebugaran sebagai kegiatan pokok, termasuk pendidikan kebugaran yang dikelola sendiri.
- Standar Kementerian Pariwisata menempatkan fasilitas pusat kebugaran pada tingkat risiko menengah rendah dengan pemenuhan NIB dan Sertifikat Standar.
- Reformer, mat, kelas privat, dan kelas grup tidak otomatis memakai izin berbeda. Kegiatan nyata, pengelola kelas, lokasi, serta layanan tambahan menjadi dasar pemeriksaan.
- Home studio tetap perlu diperiksa dari sisi kesesuaian ruang dan dokumen bangunan, sedangkan layanan fisioterapi mengikuti jalur kesehatan yang terpisah.
Tentukan Model Usaha sebelum Memilih Izin
Nama studio tidak cukup untuk menentukan legalitasnya. Anda perlu menulis siapa yang mengelola ruang, siapa yang mengajar, layanan apa yang dibayar pelanggan, serta kegiatan tambahan yang menghasilkan pendapatan.
Studio boutique dengan enam reformer, misalnya, dapat menjual kelas privat dan grup kecil dalam satu lokasi. Mat Pilates dapat memakai ruang lebih luas dengan alat yang lebih sederhana. Keduanya tetap menjalankan fasilitas kebugaran.
| Model Operasi | Kegiatan Utama | Fokus Pemeriksaan |
|---|---|---|
| Boutique reformer studio | Kelas privat, semiprivat, atau grup kecil dengan alat milik studio | KBLI fasilitas kebugaran, keluaran OSS, standar usaha, alat, dan bangunan |
| Mat Pilates studio | Kelas grup di ruang latihan yang dikelola studio | Kegiatan kebugaran, kapasitas ruang, instruktur, keselamatan, dan sanitasi |
| Home studio | Peserta datang ke rumah untuk mengikuti kelas berbayar | Kesesuaian lokasi, fungsi ruang, dokumen bangunan, dampak operasional, dan OSS |
| Instruktur bergerak | Instruktur mendatangi klien atau menyewa ruang per sesi | Kegiatan jasa yang dilakukan, hubungan dengan pemilik lokasi, dan kontrak penggunaan ruang |
| Pilates dengan layanan kesehatan | Penilaian atau tindakan yang dipasarkan sebagai fisioterapi maupun rehabilitasi medis | Izin tenaga kesehatan dan jalur fasilitas pelayanan kesehatan yang sesuai |
Pemetaan serupa juga diperlukan pada studio functional training. Panduan tentang legalitas gym HYROX dan functional fitness membantu melihat perbedaan antara identitas program, kegiatan fasilitas, dan legalitas usaha.
Petakan KBLI dan Keluaran OSS
KBLI 93116 merupakan kandidat utama ketika studio menyediakan tempat, fasilitas, dan jasa kebugaran sebagai kegiatan pokok. Halaman OSS menyatakan kode ini tetap dipetakan satu banding satu dalam KBLI 2025.
BPS menerbitkan KBLI 2025 sebagai klasifikasi kegiatan ekonomi terbaru. Pemilihan kode tetap harus mengikuti layanan yang benar-benar dijalankan, bukan nama merek, jumlah reformer, atau format keanggotaan.
Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2025 mengatur perizinan berusaha berbasis risiko dan berlaku sejak 5 Juni 2025. Peraturan ini mencabut Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2021.
Standar Kementerian Pariwisata untuk fasilitas pusat kebugaran menyebut tingkat risiko menengah rendah. Dalam kerangka ini, pelaku usaha perlu memenuhi NIB dan Sertifikat Standar sesuai data kegiatan yang masuk ke OSS.
Halaman OSS untuk KBLI 93116 juga menampilkan Sertifikat Laik Sehat sebagai PB UMKU. Periksa penerapannya pada lokasi Anda serta persyaratan dari instansi daerah yang berwenang.
Catatan dari Tim Konsultan IZIN.co.id
Buat uraian kegiatan satu halaman sebelum memilih KBLI. Pisahkan akses ruang, kelas yang dikelola studio, jasa instruktur, penjualan alat, dan layanan tambahan agar setiap sumber pendapatan dapat dipetakan ke kegiatan yang tepat.
Jika pemetaan kegiatan dan keluaran OSS terasa rumit, pelajari layanan pengurusan izin usaha tempat olahraga sebelum memasukkan data usaha.
Bingung Menentukan KBLI Studio Pilates?
Petakan kelas, lokasi, dan layanan sebelum data usaha dimasukkan ke OSS.
Siapkan Legalitas Pelaku Usaha
OSS memerlukan data pelaku usaha yang sesuai dengan bentuk usaha yang dipilih. Pemilik dapat memakai usaha perseorangan atau badan usaha selama memenuhi ketentuan yang berlaku bagi skala dan rencana bisnisnya.
Siapkan identitas penanggung jawab, NPWP, data modal, alamat, titik koordinat lokasi, serta data badan usaha jika studio dijalankan melalui PT, CV, koperasi, atau bentuk lain.
Nama pada perjanjian sewa, data OSS, rekening usaha, dan kontrak instruktur sebaiknya konsisten. Perbedaan pihak dapat menimbulkan pertanyaan tentang siapa yang mengoperasikan studio dan bertanggung jawab atas fasilitas.
Jika pemilik alat berbeda dari pengelola studio, buat perjanjian pemakaian atau sewa alat. Catat pula tanggung jawab pemeliharaan, pemeriksaan, dan penggantian komponen.
Periksa Lokasi Home Studio dan Ruang Sewa
Home studio tetap menjalankan kegiatan komersial ketika pelanggan datang untuk mengikuti kelas berbayar. Karena itu, penggunaan rumah perlu diperiksa berdasarkan tata ruang, fungsi bangunan, aturan lingkungan setempat, dan ketentuan pengelola kawasan.
Jangan menilai kelayakan lokasi hanya dari persetujuan pemilik rumah atau tetangga. Masukkan titik koordinat ke OSS, periksa persyaratan dasar, lalu konfirmasikan hasilnya kepada instansi daerah jika terdapat ketidaksesuaian.
Untuk ruang sewa, minta dokumen bangunan, bukti hak atau kewenangan menyewakan, serta persetujuan penggunaan ruang untuk aktivitas kebugaran. Atur jam operasi, akses peserta, kebisingan, parkir, dan renovasi dalam perjanjian.
Studio di apartemen, ruko, rumah, dan gedung perkantoran dapat menghadapi batas yang berbeda. Peraturan gedung atau kawasan juga dapat membatasi kegiatan komersial meski alamat dapat dimasukkan ke sistem.
Cocokkan PBG, SLF, dan Renovasi Studio
Dokumen usaha dan dokumen bangunan mempunyai fungsi berbeda. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2021 mengatur penyelenggaraan bangunan gedung, termasuk PBG dan SLF.
Menurut SIMBG, PBG memastikan rencana bangunan memenuhi standar teknis sebelum konstruksi. SLF menyatakan kelaikan fungsi bangunan sebelum dimanfaatkan.
Pemilik studio perlu memeriksa apakah ruang sudah memiliki dokumen yang sesuai dengan fungsi aktual. Perubahan fungsi, renovasi, pembebanan alat, ventilasi, sanitasi, dan proteksi kebakaran perlu dibahas dengan pemilik serta tenaga teknis.
Berat dan konfigurasi reformer berbeda menurut produk. Jumlah alat, peserta, partisi, cermin, lantai, serta perubahan instalasi tetap perlu dinilai memakai data teknis, bukan asumsi dari tampilannya.
Baca Juga: PBG Gedung Olahraga: Persyaratan Khusus untuk Lapangan Padel, Gym, dan Sport Center
Catatan dari Tim Konsultan IZIN.co.id
Minta dokumen bangunan sebelum membayar uang muka sewa atau memesan renovasi. Cocokkan alamat, fungsi, luas, lantai, dan ruang yang disewa, lalu simpan persetujuan tertulis untuk pemasangan alat serta perubahan interior.
Penuhi Standar Operasional Fasilitas Kebugaran
Legalitas studio tidak berhenti pada NIB. Standar Kementerian Pariwisata untuk fasilitas pusat kebugaran mengatur kesiapan sarana, sumber daya manusia, pelayanan, serta sistem manajemen usaha.
Portal standardisasi Kementerian Pariwisata mencantumkan identitas usaha, area administrasi, P3K, APAR, air bersih, tempat penyimpanan, dan status tempat usaha sebagai bagian dari kesiapan sarana.
Standar itu juga meminta informasi fasilitas kesehatan terdekat, struktur organisasi, uraian tugas, rencana bisnis, dan SOP kerja. Dokumen ini perlu mencerminkan kegiatan studio, bukan salinan umum dari bisnis gym.
| Area | Dokumen atau Bukti Kerja | Penerapan pada Studio Pilates |
|---|---|---|
| Sarana | Daftar alat, layout, P3K, APAR, air bersih, dan penyimpanan | Jarak antarreformer, jalur keluar, penyimpanan alat bantu, serta kondisi lantai |
| Sumber daya manusia | Struktur, uraian tugas, bukti hubungan kerja, dan catatan pelatihan | Batas tugas instruktur, resepsionis, penanggung jawab alat, dan petugas keadaan darurat |
| Pelayanan | SOP penerimaan peserta, kelas, keluhan, insiden, dan rujukan | Pemeriksaan awal nonmedis, aturan penggunaan alat, serta informasi fasilitas kesehatan terdekat |
| Sistem manajemen | Rencana bisnis, jadwal pemeliharaan, arsip, dan evaluasi | Log pemeriksaan reformer, penggantian komponen, jadwal pembersihan, dan laporan insiden |
Halaman OSS menampilkan Sertifikat Laik Sehat pada KBLI 93116. Artikel tentang siapa yang wajib memiliki Sertifikat Laik Sehat dapat membantu Anda memahami fungsi dokumen ini sebelum memeriksa persyaratan daerah.
Bedakan Kelas Kebugaran dari Layanan Kesehatan
Kelas Pilates untuk kebugaran tidak boleh dipasarkan seolah memberikan diagnosis atau pelayanan fisioterapi bila studio tidak mempunyai jalur kesehatan yang sesuai. Deskripsi layanan, formulir, dan materi promosi harus memakai istilah yang konsisten.
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 13 Tahun 2025 mengatur pengelolaan tenaga medis dan tenaga kesehatan. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 65 Tahun 2015 tetap tercatat berlaku sebagai standar pelayanan fisioterapi.
Kehadiran seorang fisioterapis sebagai instruktur tidak otomatis mengubah semua kelas menjadi pelayanan kesehatan. Sebaliknya, izin usaha kebugaran juga tidak menggantikan izin tenaga atau fasilitas jika studio menyelenggarakan fisioterapi.
Jika studio ingin menawarkan pemulihan cedera, asesmen klinis, atau tindakan yang disebut fisioterapi, petakan layanan tersebut secara terpisah. Periksa kewenangan tenaga, tempat praktik, pencatatan, dan izin fasilitas sebelum layanan dijual.
Susun Dokumen untuk Pengajuan OSS
Pengajuan akan lebih terarah jika dokumen disusun menurut fungsi. Pisahkan berkas pelaku usaha, kegiatan, lokasi, bangunan, dan operasional agar perubahan pada satu bagian dapat ditelusuri.
- Kunci Model Usaha. Tetapkan format reformer, mat, privat, grup, home studio, atau kombinasi yang akan dijalankan saat pembukaan.
- Tulis Uraian Kegiatan. Jelaskan alur pelanggan, pengelola kelas, penggunaan alat, membership, penjualan barang, dan layanan tambahan.
- Pilih KBLI. Cocokkan uraian usaha dengan KBLI 2025 serta ruang lingkup pada OSS.
- Periksa Lokasi. Masukkan alamat dan koordinat, lalu tinjau persyaratan dasar yang muncul pada sistem.
- Lengkapi Bangunan. Periksa PBG, SLF, persetujuan pemilik, renovasi, kapasitas, ventilasi, sanitasi, dan keselamatan.
- Penuhi Standar Usaha. Siapkan penilaian mandiri, sarana, struktur organisasi, pelayanan, dan SOP yang relevan.
- Periksa PB UMKU. Tindak lanjuti Sertifikat Laik Sehat atau keluaran lain yang muncul untuk kegiatan serta lokasi Anda.
- Cocokkan Dokumen Terbit. Pastikan nama, alamat, KBLI, ruang lingkup, dan status pemenuhan sesuai sebelum menerima anggota.
Jangan menetapkan tanggal grand opening hanya dari perkiraan penerbitan NIB. Kesiapan lokasi, dokumen bangunan, standar usaha, dan tindak lanjut instansi dapat berjalan pada jalur yang berbeda.
Periksa Studio Butik sebelum Menerima Anggota
Gunakan daftar periksa ini untuk menilai kesiapan studio kecil maupun studio butik:
- Kegiatan utama dan setiap sumber pendapatan sudah tercatat dalam uraian usaha.
- KBLI serta keluaran OSS sudah cocok dengan kegiatan, skala, lokasi, dan status penanaman modal.
- Perjanjian sewa mengizinkan kelas kebugaran, pemasangan alat, jam operasi, serta akses peserta.
- Dokumen bangunan dan fungsi ruang telah diperiksa bersama pemilik serta tenaga teknis yang relevan.
- Reformer, mat, props, jalur keluar, ventilasi, sanitasi, P3K, dan APAR siap digunakan.
- Instruktur mempunyai batas tugas, kontrak, bukti pelatihan, dan SOP kelas yang terdokumentasi.
- Studio memiliki prosedur pemeriksaan alat, pembersihan, keluhan, insiden, keadaan darurat, dan rujukan.
- Materi promosi tidak mencampur klaim kebugaran dengan diagnosis atau pelayanan kesehatan.
Sebelum studio menerima pembayaran kelas pertama, cocokkan kembali legalitas usaha, lokasi, dan standar operasional. Anda dapat memakai layanan izin usaha tempat olahraga IZIN.co.id untuk membahas cakupan pengurusan yang sesuai.
Studio Pilates Anda Siap Dibuka?
Periksa legalitas usaha, lokasi, bangunan, dan standar operasional sebelum menerima anggota.
- Pemerintah Republik Indonesia. (2025). Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko. Diperoleh dari
https://peraturan.bpk.go.id/Details/319773/pp-no-28-tahun-2025 - Badan Pusat Statistik. (2025). Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia 2025. Diperoleh dari
https://www.bps.go.id/id/publication/2025/12/24/a9b2f130776c7bea36008556/indonesia-standard-industrial-classification-2025-.html - Online Single Submission. (tanpa tanggal). KBLI 93116 Fasilitas Pusat Kebugaran/Fitness Center. Diperoleh dari
https://oss.go.id/id/kbli/detail/eef63083-f6f8-46a3-b1d1-d0decc538da2 - Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. (2025). Peraturan Menteri Pariwisata Nomor 6 Tahun 2025 tentang Standar Kegiatan Usaha, Tata Cara Pelaksanaan Pengawasan, dan Sanksi Administratif pada Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko Sektor Pariwisata. Diperoleh dari
https://jdih.kemenpar.go.id/peraturan/1422 - Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. (tanpa tanggal). Standar Usaha Fasilitas Pusat Kebugaran/Fitness Center. Diperoleh dari
https://sisupar.kemenpar.go.id/standar-usaha-pariwisata/detail/fasilitas-pusat-kebugaranfitness-center - Pemerintah Republik Indonesia. (2021). Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2021 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung. Diperoleh dari
https://peraturan.bpk.go.id/Details/161846/pp-no-16-tahun-2021 - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2025). Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 13 Tahun 2025 tentang Pengelolaan Sumber Daya Manusia Kesehatan. Diperoleh dari
https://jdih.kemkes.go.id/documents/peraturan-menteri-kesehatan-nomor-13-tahun-2025 - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2015). Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 65 Tahun 2015 tentang Standar Pelayanan Fisioterapi. Diperoleh dari
https://jdih.kemkes.go.id/documents/peraturan-menteri-kesehatan-nomor-65-tahun-2015



